Tuai Pro Kontra, Once Sebut RUU Permusikan Masih Bisa Didiskusikan

JawaPos.com – Penyanyi Once Mekel atau yang akrab disapa Once turut berkomentar mengenai pembuatan regulasi yang akan mengatur tentang musik di Indonesia.

Regulasi yang hendak dibuat oleh Komisi X DPR RI tersebut menuai pro dan kontra dari banyak pihak, termasuk para musisi Tanah Air. Mereka menilai terdapat sejumlah ketentuan yang bermasalah, mulai dari “pasal karet” hingga potensi tumpang tindih aturan.

Hal itu terdapat dalam Pasal 5 dan Pasal 32. Dalam Pasal 5, khususnya huruf f dan g, pemusik dalam proses kreasi dilarang membawa pengaruh negatif budaya asing dan merendahkan harkat dan martabat manusia. Lalu, di Pasal 32, setiap pemusik yang diakui sebagai profesi menurut tolok ukur pemerintah harus memiliki sertifikat uji kompetensi, termasuk pemusik yang bermusik secara autodidak.

Salah satu poin yang disoroti adalah pasal 5 yang berisi beberapa larangan bagi para musisi. Mulai dari membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Menurut Once, RUU permusikan yang beredar saat ini masih dalam tahap rancangan sehingga masih bisa didiskusikan.

“Ini kan baru dilempar ya, dan teman-teman musisi diharapkan agar membaca benar-benar (RUU Permusikan) agar bisa ada kritik dan sebagainya, supaya pada akhirnya bisa dapat redaksi yang tepat dan bisa mengakomodasi kebutuhan musisi lainnya,” ungkap Once saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (3/2).

Menurut vokalis Dewa 19 yang telah berdiskusi dengan penyanyi Anang, hal yang perlu diperhatikan adalah pada tahap-tahap selanjutnya.

“Saya sudah diskusi sama Mas Anang yang di DPR ya nanti dia yang akan menjelaskan di pertemuan berikutnya. Ini tahapannya kemana, setelah ini kemana. Supaya tidak menimbulkan kegelisahan yang berlebihan di kalangan teman-teman musisi. Karena kalau mereka tahu ini nggak langsung final kan bisa diperbaiki di sana-sini, bisa dibuat lebih baik,” lanjutnya.

Selanjutnya, pada Senin, 4 Februari mendatang diskusi mengenai RUU permusikan akan kembali digelar. Ia pun berharap agar permohonan para seniman dan musisi diakomodasi.

“Karena kan seni itu harus diberi kebebasan kan, aturan itu harus menjiwai para seniman itu sendiri, karena kalau aturan-aturan itu tidak sejalan malah tidak menunjang perkembangan seni Indonesia, itu bisa mematikan seni juga. Justru itu yang ditakutkan. Saya juga udah bicara sama teman-teman yang lain,” pungkasnya.

Editor           : Deti Mega Purnamasari
Reporter      : Yuliani