Tiga Kali Gagal, Bella Luna akan Lebih Berhati-Hati Pilih Pasangan

JawaPos.com – Nama artis FTV Bella Luna mendadak ramai di perbincangkan lantaran berita pernikahannya dengan seorang pengusaha kaya bernama Eko Hendro Prayitno atau Nana.

Pernikahan Bella Luna dan Nana ini menjadi pergunjingan karena mahar berupa rumah mewah senilai Rp 2 miliar. Pernikahan itu juga berlangsung di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta Selatan pada 15 Februari 2019 lalu.

Namun, bukan bahagia yang dirasakan, Bella justru mendapa cibiran. Pasalnya, terungkap bahwa Nana masih berstatus suami sah perempuan bernama Shirley.

“Aku pikir nikahan beneran gitu. Setelah pernikahan itu, aku yang sore dapet pernyataan dari dia seperti itu ya, bukan cuman shock aja, yang harusnya aku bahagia juga di hari itu surga ternyata neraka. Setelah aku denger pernyataan dari dia kalau dia punya istri,” kata Bella saat diwawancarai di kawasan Cipete Jakarta Selatan, belum lama ini.

Bella mengaku dirinya sangat terpukul ketika tahu bahwa pria yang dia nikahi sudah memiliki istri. Dia mengaku tak menyangka tiga kali menikah dan tidak bahagia. Padahal, sudah berjanji pada diri sendiri tak akan mengulangi hal yyang sama setelah 2 kali gagal.

“Hancur, sehancur-hancurnya. Keluarga aku juga hancur, yang ngeliat dari media mamaku langsung nangis. Ya, mamaku tahunya baru hari besoknya. Aku yang bener-bener kaget banget, yang abis akad jam lima sore aku itu terpukul banget. Itu aku berantem besar sama Nana. Aku nggak mau ini terjadi sama aku, tapi ya terjadi lagi sama aku. Siapa sih yang mau kejadian kaya gini,” ujar Bella.

Oleh karenanya, Bella ini pasrah atas apa yang terjadi padanya. Dia memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia mengaku akan lebih taat beribadah.

“Aku lebih mendekatkan diri lagi sama Allah, baik sama orang. Tapi, orang-orang baik yang baru aku kenal, aku nggak mau terlalu baik. Aku lebih berhati-hati. Aku nggak mau ngambil keputusan, nggak bikin panjang ke depannya kaya gimana,” pungkas Bella.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus