Terlihat Mirip, Pemerintah Korea Buat Aturan Penampilan Idola K-pop

JawaPos.com – Banyaknya penyanyi K-pop yang memiliki penampilan serupa membuat Pemerintah Korea melalui Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga (MOGEF) mengeluarkan sebuah aturan yang menuai kontroversi. Aturan tersebut adalah agar para produser dan acara televisi membatasi untuk tidak menunjukkan terlalu banyak bintang K-pop dengan penampilan serupa.

Melansir The Korea Times, MOGEF telah merilis aturan itu pada Sabtu (16/2) lalu dalam rangka mencegah lookism atau terlihat mirip yang bisa dipromosikan oleh televisi. Salah satu aturan yang direkomendasikannya adalah membatasi jumlah penyanyi idola yang muncul di acara televisi pada waktu tertentu.

Mereka mengatakan, hal tersebut diberlakukan karena para penyanyi idola itu semuanya terlihat mirip. Hal tersebut seperti telah menyarankan standar kecantikan yang sempit bagi pemirsa muda yang menyukai grup K-pop.

Terlihat Mirip, Pemerintah Korea Buat Aturan Penampilan Idola K-popMenteri Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea, Jin Sun Mi (Yonhap)

“Apakah penyanyi di musik show televisi kembar? Mereka benar-benar terlihat identik. Sebagian besar adalah member grup idola,” begitu salah satu bunyi isi aturan tersebut.

Tidak hanya itu, aturan tersebut juga menyatakan bahwa banyak dari para bintang idola itu yang tubuhnya kurus dan memiliki gaya rambut sama. Termasuk juga riasan wajah dan baju yang memperlihatkan tubuh mereka.

Atas munculnya aturan ini, masyarakat pun bertanya-tanya, mengapa pemerintah berusaha mengatur norma kencantikan. Salah satu kritik datang dari pihak oposisi Partai Bareunmirae yang mengungkapkan pendapatnya di Facebook.

“MOGEF mengatakan idola K-pop tidak boleh membintangi acara yang sama di televisi karena mereka semua kurus dan cantik dengan kulit pucat. Apa bedanya antara ini dan tindakan keras pada rambut panjang dan rok selama kediktatoran militer Chun Doohwan?” tulisnya.

Tak setuju dengan aturan itu, ia mengatakan bahwa tidak ada standar objektif untuk sebuah penampilan. Menurutnya, penampilan adalah masalah selera orang per orang dan bukan sesuatu yang harus diatur oleh pemerintah.

Sementara itu, pemerintah mengatakan, aturan tersebut sedianya hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek negatif dan lookism pada kesehatan masyarakat, menambahkan rekomendasi tidak wajib , serta agar produser televisi dapat memutuskan apakah hal tersebut akan mencerminkan mereka dalam programnya.

Kendati demikian, beberapa masyarakat lain juga memahami tujuan dari aturan tersebut. Mereka mengatakan, aturan tersebut untuk mencegah kemungkinan adanya komersialisasi seks dengan pakaian yang dikenakan para bintang idola perempuan itu.

Editor           : Deti Mega Purnamasari