Reporter SBS funE Bantah Chat Soal Seungri Bigbang Sediakan PSK Palsu

JawaPos.com – Reporter yang memberitakan tuduhan kepada Seungri Bigbang karena dianggap menyediakan pekerja seks komersial (PSK) kepada klien bisnisnya membantah chat yang mereka rilis dalam pemberitaan adalah palsu atau dibuat sendiri. Hal tersebut disampaikan sang reporter ketika melakukan wawancara dengan Ten Asia, sebagaimana dilansir dari Allkpop, Rabu (27/2).

“Tidak ada alasan mengapa aku harus mengedit atau membuat sendiri pesan percakapan itu. Itu sama sekali bukan karangan atau editan, kecuali untuk ekspresi yang sangat tidak pantas yang telah aku purifikasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga berjanji akan berpartisipasi dalam investigasi atas kasus tersebut apabila dibutuhkan. Terlebih kepolisian Seoul menyatakan telah turun tangan untuk menyelidiki hal tersebut.

Sebelumnya, Seungri Bigbang dilaporkan telah menyediakan PSK kepada seorang klien perusahaannya, Yuri Holdings, sebut saja B. Hal tersebut ditemukan dari percakapan antara Seungri, Mr. Yu, penyanyi C, serta seorang karyawan bernama Kim di aplikasi chatting KakaoTalk pada Desember tahun 2015 lalu dalam artikel yang ditulis SBS funE, Selasa (26/2).

Disebut-sebut, klien B yang mereka bicarakan dalam percakapan kemudian berpartisipasi sebagai investor utama di Yuri Holdings pada April 2016 lalu. Seungri saat ini telah mengundurkan diri sebagai CEO Yuri Holdings, perusahaan yang semula didirikan di bawah namanya. Nama perusahaan tersebut diganti setelah Mr. Yu bergabung dengan perusahaan sebagai CEO.

Yuri Holdings sendiri dikabarkan berafiliasi dengan klub Burning Sun, klub yang saat ini tengah diinvestigasi karena ditemukan beberapa kasus. Mulai dari pemukulan yang merembet ke narkoba, dan pelecehan seksual.

YG Entertainment dan Yuri Holdings telah mengeluarkan pernyataan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar. YG Entertainment berencana mengajukan gugatan hukum kepada siapapun yang telah menyebarkan rumor atau pemberitaan palsu terhadap artisnya. Sementara Yuri Holdings menyebutkan bahwa percakapan yang dirilis itu merupakan karangan yang dibuat khusus oleh orang yang berniat jahat kepadanya dan Seungri serta mengirimkannya ke media.

Editor           : Deti Mega Purnamasari