Karir Robby Tumewu Diimulai dari Menata Busana untuk Teater Koma

JawaPos.com – Nama aktor sekaligus desainer kawakan Robby Tumewu tengah menjadi sorotan karena setelah lama tak ada kabar, Robby Tumewu dikabarkan meninggal dunia. Robby berpulang setelah divonis menderita stroke sejak 2013 silam.

Sebelumnya, tahun 2010 Robby jatuh pingsan saat mengisi sebuah acara live. Setelah dilarikan ke rumah sakit, diketahui pembuluh darah di otak Robby pecah.

Kemudian, pada 2011 lalu, Robby dikabarkan sudah sempat kembali tampil di hadapan publik di ajang tahunan Jakarta Fashion & Food Festival meski datang ke acara tersebut harus dengan bantuan kursi roda.

Keluarga Van Danoe – Rest In Peace (YouTube/Noval Alwynni)

Hingga pada 2013, dia dikabarkan kembali terserang stroke dan harus dilarikan lagi ke rumah sakit. Penyakit Robby pun kemudian diketahui memasuki stadium parah dan telah mengalami pendarahan di bagian otak. Dia juga mengalami kesulitan bernapas hingga memutuskan untuk melubangi tenggorokannya.

Sosoknya telah menghiasi dunia hiburan tanah air sejak 1990 dengan gaya khas dan kelucuannya. Tak hanya pandai berakting dan melucu, Robby dikenal sebagai perancang busana dengan corak yang unik dan funky.

Keterlibatan Robby dalam dunia peran bermula dari Teater Koma. Kala itu, dia mendapat kepercayaan menata busana untuk pertunjukan Teater Koma pimpinan N. Riantiarno, dan dia ikut bermain dalam peran tambahan.

Kesempatan datang saat Harry ‘Bo’im’ de Fretes mengajak bergabung dengan Lenong Rumpi pada tahun 1990. Namanya kemudian populer saat dia bermain di Lenong Rumpi hingga 1992.

Setelah itu, Robby sering kali membintangi serial yang bertema komedi seperti Keluarga Van Danoe, Flamboyan 108, Cepot dan Copet Kepepet, dan Oke-Oke Bos.

Tak hanya sinetron, Robby juga turut membintangi beberapa film, antara lain Ca Bau Kan (2002) berperan sebagai Tio Bun Yak, musuh Tan Peng Liang yang diperankan oleh Ferry Salim. Pada tahun 2005, Robby turut membintangi Gie (2005) sebagai ayah Soe Hok Gie yang bernama Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, seorang wartawan yang terlupakan, serta film garapan Sekar Ayu Asmara berjudul Belahan Jiwa (2005). Beberapa film layar lebar yang dibintanginya pun sempat box office. Di antaranya, Laskar Pelangi (2008) dan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (2010).

Sebelum dikenal sebagai pemain sinetron dan film, Robby telah dikenal sebagai desainer. Robby bersama teman-temannya mendirikan kelompok yang diberi nama Aranea dan aktif mengadakan fashion show.

Peragaan busana yang pertama diikuti Robby pada tahun 1973. Modalnya didapat dari menyisihkan honor membuat sketsa yang dimuat di koran dan majalah. Debut peragaannya mendapat sambutan hangat dan order pun berdatangan hingga menjadi asisten perancang Henry Passage di Bandung pada tahun 1976 dan karirnya sebagai desainer mulai dikenal luas hingga mancanegara.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani