Happy Salma Bangga Didapuk Jadi Penasihat Seni di The Apurva Bali

JawaPos.com – Diakui sebagai salah satu seniman berpengaruh di Indonesia dan dikenal akan kecintaannya terhadap warisan budaya Nusantara, Happy Salma didapuk sebagai Art Advisor alias penasihat seni di The Apurva Kempinski Bali.

Pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya sebagai seniman dan penggemar karya bangsa menjadikan Happy Salma dinilai sebagai profil yang tepat untuk mewujudkan visi The Apurva Kempinski Bali dalam melestarikan budaya dan seni Indonesia.

“Kami nggak ada kandidat influencer lain selain Happy Salma memang, karena beliau sudah kita ketahui kecintaannya pada budaya dengan berbagai hal yang dilakukannya,” ujar Danti Yuliandari, Director of Marketing Kempinski di Kempinski Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

“Selain perannya sebagai seorang Art Advisor, Happy Salma melalui perhiasan beliau Tulola juga akan mendesain perhiasan yang diperuntukkan bagi duta Kempinski yang bernama Lady in Red,” sambungnya.

Happy Salma sendiri mengaku bangga bisa terlibat dalam pembuatan resort tersebut. Kesamaan visi dan misi yang dibawa pun menjadi alasan Happy Salma bergabung.

“Saya dan Apurva Kempinski Bali punya visi misi yang sama, yaitu merawat kebhinekaan dan melibatkan banyak seniman-seniman tanah air,” tutur Happy Salma.

Rasa kagum dan bangga pun digambarkannya usai mengunjungi Apvisor Kempinski Bali, jarak langit-langit yang tinggi, ukiran tradisional, hingga anyaman dari pelepah pisang pun membuatnya merinding. Apalagi, pengerjaannya melibatkan pengrajin lokal Bali.

“Saya sampai merinding pas ke sana, semua ukiran itu detail sekali dan dikerjakan selama 2 tahun. Melibatkan ratusan pengrajin muda dan tua dari 3 desa. Mereka turun temurun bikin ukiran itu. Jadi, pas masuk ke sana kaya bentuk apresiasi pada pengrajin-pengrajin itu,” jelasnya antusias.

Sebagai Art Advisor, Happy Salma akan berperan dalam meningkatkan kesadaran publik tentang seni, budaya, dan warisan Indonesia. Lebih dari seorang aktris papan atas, ibu dua anak ini juga telah menorehkan karir sebagai seorang penulis, sutradara, dan saat ini, lebih memfokuskan kegiatannya pada dunia teater.

Sebagai sebuah resor bintang lima, The Apurva Kempinski Bali membawa prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang menitikberatkan kesatuan dalam keanekaragaman budaya.  Didirikan pada tahun 2007, perhiasan Tulola dibuat oleh para pengrajin Indonesia dan setiap produk merupakan kombinasi sempurna antara seni dan karya tangan yang indah.

“Saya bersama dua teman saya di Tulola juga dipercaya untuk mengembangkan teknik perhiasan sendiri yang nantinya akan dipakai oleh Lady in Red di sana dan tidak diperjualbelikan, ada bros, anting, dan tusuk konde,” tutup Happy Salma.

Sama halnya seperti The Apurva Kempinski Bali, label perhiasan yang mewah ini menarik inspirasi dari berbagai penjuru Indonesia dengan mengusung motif dan desain dari masa lampau, dan menyulamnya menjadi sebuah kreasi modern.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani