Ekonomi dan Utang Budi, Alasan Zulkifli Zivilia Jadi Pengedar Narkoba

JawaPos.com – Zulkifli atau Zul Zivilia mengaku menyesal terlibat dalam jaringan narkoba. Tetapi, tampaknya dia pasrah pada kemungkinan terburuk, yakni menerima hukuman mati atau seumur hidup. Sebab, Zul tertangkap sebagai pengedar atau sub bandar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan, mengatakan Zul mengaku terlibat dalam jaringan narkoba lantaran memiliki utang budi terhadap rekannya dalam jaringan tersebut, Rian.

“Ekonomi, dia punya utang budi sama Rian,” ungkap Kombes Pol Suwondo saat ditanya motif Zul Zivilia terlibat jaringan pengedar narkoba saat rilis di Polda Metro Jaya, Jumat (8/3).

Zulkifli Zivilia Terlibat Jaringan Narkoba karena Punya Utang BudiZulkifli Zivilia bagian dari jaringan pengedar narkoba. Atas perbuatannya dia terancam hukuman mati atau seumur hidup. (Aginta Kerina/JawaPos.com)

Hanya saja, tidak dijelaskan lebih detil utang budi yang dimaksud. Suwondo melanjukan bahwa berdasarkan pengakuannya, Zul berperan sebagai pihak yang mengemas dan mengantarkan narkoba dalam jaringan.

“Dia bagian dari jaringan. Dia menerima bagian dan dia bungkus dan dia mengantarkan ke tujuan,” papar Suwondo.

Kemudian, pelantun Aishiteru itu mengaku baru dua kali mengantarkan narkoba pada 2018. Jaringan pengedar juga diakui Zul baru terbentuk pada tahun yang sama.

Diketahui, Zul Zivilia dibekuk di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 1 Maret 2019. Bersamanya juga diamankan 3 orang lainnya, serta barang bukti 9,54 kilogram sabu dan ekstasi 24 ribu butir.

Terhadap Zul dijerat Pasal 114 dan  Pasal 112 UU Nakotika, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus