Dua Kali Terjerat Narkoba, Jupiter: Ya, kapok, kapok. Menyesal!

JawaPos.com – Artis pesinetron, Jupiter Fortissimo kembali harus merasakan dinginnya lantai tahanan gara-gara terlibat narkoba. Sebelumnya, dia pernah terbelit kasus serupa pada 2016. Akan tetapi, narkoba tak membuatnya jera.

Jupiter kembali ditangkap polisi saat berada di kamar persewaannya di Jalan Tawakal V Kel. Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Bara, sekitar pukul 07.30 WIB.

Mengenakan, pakaian tahanan oranye, Jupiter tampak tertunduk malu dan menutupi wajahnya dengan kain abu-abu. Dia dibawa menuju ke Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan untuk asesmen rehabilitasi.

Saat ditanya awak media, Jupiter mengaku menyesal dan kapok karena kembali terjerat dengan kasus kepemilikan narkoba. Ia pun terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena melawan hukum.

“Ya, kapok, kapok. Menyesal,” singkat Jupiter saat digiring dengan mobil tahanan, Kamis (14/2).

Saat diperiksa, kepada polisi Jupiter mengaku jika sudah dua kali terlibat narkoba. Terakhir kali dia memakai narkoba bersama rekannya bernama Eko Agus Iswanto. Dari rekannya itu Jupiter mendapatkan empat klip sabu-sabu seberat 2,05 gram bruto. Dengan harga Rp 400 ribu per satu klip.

“Ya sudah dua kali. Terakhir JF memakainya dengan Eko,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono.

Argo mengatakan, saat hendak ditangkap, Jupiter sedang mengangkat lemari di lantai satu untuk dipindahkan ke kamarnya di lantai 4. Jupiter dibantu Eko untuk memindahkan ke kamarnya. Tak butuh lama, polisi langsung menangkap dan menggeledah keduanya.

Saat diinterogasi, Jupiter mengaku ada barang haram dua klip sabu tersebut tersimpan di kotak kacamata di dalam laci. Polisi juga menemukan sabu-sabu di saku sebelah kanan Eko.

“Polisi juga mengamankan tabung kaca untuk digunakan untuk menggunakan sabu, dan masih ada sisa-sisa di sana,” kata Argo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) lebih subsider pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid