Diselidiki, Polisi Nasional Korea Komentari Kasus Seungri Bigbang

JawaPos.com – Kepolisian Metro Seoul menanggapi soal terkuaknya percakapan baru di grup KakaoTalk yang berisikan Seungri Bigbang, CEO Yuri Holding Mr. Yu, karyawan Kim, dan penyanyi C. Adanya foto dan video tersembunyi yang dibagikan Kim dalam grup itu saat ini memang sedang diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Kami sudah mengetahui tuduhan kepada Seungri dan lainnya tentang membagikan rekaman foto dan video tersembunyi di grup obrolan. Kami sedang memeriksanya secara detail,” ujar pihak Polisi Metro Seoul seperti dilansir dari Soompi, Senin (11/3).

Sebelumnya, laporan dari SBS funE terbaru mengungkapkan adanya percakapan di grup tersebut tentang 10 bagian dari foto dan video tersembunyi yang dibagikan oleh Kim. Pasalnya, di Korea, bagi siapapun yang menyebarkan foto dan video tersembunyi akan mendapatkan hukuman kurungan penjara 5 tahun atau denda sebesar 30 juta Won (USD 26,500).

Diselidiki, Polisi Nasional Korea Komentari Kasus Seungri BigbangChat lainnya di grup percakapan Seungri Bigbang yang dirilis SBS funE (Soompi)

Kasus yang bermula dari dirilisnya pesan teks di grup percakapan tentang adanya layanan pendamping seksual yang disediakan Seungri bagi investor bisnisnya, membuat pihak Polisi Nasional Korea pun angkat bicara.

Kepala Kepolisian Nasional Korea, Min Gab Ryong mengatakan bahwa kasus ini akan tetap berlanjut meskipun Seungri harus menjalankan wajib militer (wamil)-nya pada 25 Maret nanti. Polisi, katanya, tidak bisa menarik diri dari investigasi yang dilakukan.

“Kami akan terus menyelidikinya dan berkonsultasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional,” katanya.

Ia mengatakan, posisi yang dihadapi Seungri seperti saat ini pernah terjadi di masa lalu, yakni terjerat kasus saat akan wamil. Saat itu, polisi tetap bisa melanjutkan penyelidikannya jika kasus tersebut dianggap penting dan membutuhkan investigasi polisi.

“Kami harus mempertimbangkan berbagai cara penyelidikan sebelum Seungri pergi wamil sebagai bagian dari prosedur,” pungkasnya.

Editor           : Deti Mega Purnamasari