Dilarang Keluar Korea, Seungri Bigbang Resmi Jadi Tersangka

JawaPos.com – Polisi Metro Seoul telah mengeluarkan larangan untuk Seungri Bigbang agar tidak meninggalkan Korea setelah diduga menyediakan layanan pendamping seksual bagi investor bisnisnya.

Melansir Soompi, pada Senin (11/3), media Kyunghyang Shinmun memberitakan soal larangan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Metro Seoul itu. Dilarangnya Seungri bepergian ke luar Korea juga berarti menunjukkan bahwa status Seungri telah diubah dari semula hanya target penyelidikan saja (tahap sebelum seseorang jadi tersangka dalam hukum pidana Korea) menjadi resmi tersangka.

Seperti diketahui, pada 26 Februari, sebuah laporan berita eksklusif oleh SBS funE mengungkapkan pesan teks yang menunjukkan Seungri terlibat dalam menyiapkan layanan pendamping seksual untuk klien bisnisnya. Tuduhan itu dibantah oleh Seungri, yang mengatakan kepada agensinya, YG Entertainment, bahwa pesan teks itu dibuat-buat.

Laporan tersebut muncul tidak lama setelah kontroversi yang terjadi di klub Burning Sun, yakni soal insiden penyerangan yang dibocorkan ke publik dan merembet ke pengedaran narkoba, kekerasan seksual, serta tuduhan kamera tersembunyi. Seungri terseret dalam kontroversi ini karena hubungannya dengan klub, meskipun ia dan CEO menyatakan bahwa Seungri hanyalah konsultan dan tidak terlibat dalam manajemen pengelolaan klub.

Seungri sendiri telah menjalankan pemeriksaan polisi secara sukarela pada Kamis (27/2) selama 8,5 jam, termasuk tes urine dan rambut untuk pembuktian narkoba. Meskipun berencana untuk menjalankan wajib militer (wamil) pada 25 Maret nanti, tetapi pihak kepolisian memastikan tidak akan menghentikan penyelidikannya.

Kemudian pada Minggu (10/3), kepolisian menggeledah Club Arena yang diduga menjadi tempat pekerja seks komersial (PSK) yang dibicarakan dalam ruang percakapan tersebut. Pada Senin (11/3), melalui akun Instagram-nya Seungri pun mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari dunia hiburan.

Editor           : Deti Mega Purnamasari