Berbayar, Penggemar Boikot Reality Show Pertama Day6

JawaPos.com – Pada Senin (14/1), reality show pertama Day6 sejak debut bertajuk Day6 Real Trip: Day Off in Jeju akan tayang pukul 20.00 waktu Korea di aplikasi V Live. Namun rupanya, para penggemar tidak bisa menonton acara tersebut secara cuma-cuma, karena harus membayar konten tersebut agar bisa menontonnya.

Akibatnya, para penggemar Day6 (My Day) mulai memprotes manajemennya, JYP Entertainment serta Studio J, yang menangani dan bertanggung jawab atas kegiatan Day6. Mereka mulai meramaikan tagar untuk memboikot penayangan program pertama Sungjin dan kawan-kawan itu di Twitter, hingga menjadi trending topic dunia.

Penggemar menuliskan beragam tanggapannya di Twitter dengan keberatan karena konten yang harus berbayar. Meskipun rata-rata pemboikotan ditujukan karena konten berbayar, tetapi muncul pernyataan bahwa pemboikotan program tersebut bukan hanya karena konten yang berbayar, melainkan juga tentang bagaimana manajemen mereka memperlakukan penggemar Day6.

Berbayar, Penggemar Boikot Reality Show Pertama Day6Penggemar memboikot reality show pertama Day6 karena berbayar (Twitter)

Sebuah akun penggemar, @dae6*** menuliskan tentang bagaimana boikot tersebut diusulkan. Dalam cuitannya ia mengatakan, pemboikotan bukan tentang konten berbayar, tetapi lebih kepada kurangnya komunikasi dari JYP Entertainment dan Studio J.

“JYPE telah memperlakukan para penggemar dengan buruk selama fan sign. Penggemar menghabiskan banyak uang hanya untuk diperlakukan kasar oleh manajer penggemar mereka. Termasuk mengolok-olok dan memotong jalan penggemar dengan cepat,” tulisnya.

Ia mengatakan, sikap staf yang tidak sopan, seperti mengikuti penggemar ke toilet, menginterogasi mereka dan mempercepat fan sign agar manajer penggemar bisa pulang lebih cepat tidak bisa diterima. Menurutnya, penggemar berhak mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari hal tersebut.

“My Day telah bekerja sama dengan aturan, tetapi JYP tidak membalasnya. My Day tidak disediakan tempat duduk dan dimarahi saat berdiri tegak. Mereka meminta kursi tetapi permintaan itu diabaikan,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, manajemen yang buruk tidak terbatas hanya saat fan sign saja. JYPE, katanya, telah mengubah rencana beberapa akun selama bertahun-tahun membuat tidak nyaman bagi penggemar.

“Boikot ini juga untuk memberi perhatian kepada kurangnya perhatian kepada member Day6. Pertunjukkan belakangan ini tidak ideal untuk memperhatikan suara mereka. Ini juga tidak adil bagi Day6 yang dibebani dengan biaya peralatan yang penting untuk sebuah band,” katanya.

Ia juga menulis bahwa Day6 dan My Day bukanlah sapi perah manajemen sehingga seharusnya mereka bisa mendapatkan lebih banyak kenyamanan. Ia menegaskan kembali bahwa boikot bukan tentang membeli konten reality show, tetapi My Day hanya ingin kerja sama yang lebih baik lagi dari JYP.

“Kami ingin agar manajer penggemar berhenti mendorong album dan penggemar saat fan sign. Kemarahan kami bukan kepada Day6, tetapi kepada manajemen mereka. Tidak ada niat jahat. Boikot ini untuk mengomunikasikan keprihatinan kami kepada manajemen karena mereka telah berulang kali mengabaikan kami,” terangnya.

Sejak debut pada September 2015 lalu, reality show Day6 ini merupakan yang pertama kalinya. Namun alih-alih ditunggu penggemar, ternyata penggemar harus menelan kekecewaan karena konten acara tersebut harus dibeli terlebih dahulu agar bisa ditonton.

Editor           : Deti Mega Purnamasari