Ba’asyir Bebas Demi Kemanusiaan, Jerinx SID Protes Keras ke Jokowi

JawaPos.com – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menuai protes. Salah satunya datang dari Drummer Band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx.

Dia menuturkan, beberapa kebijakan yang diambil Jokowi pastinya ada yang bagus untuk rakyat. Tapi kali ini, kebijakan membebaskan terorisme adalah hal yang sangat dia tidak bisa terima. Terlebih, Ba’asyir adalah terpidana teroris terkait bom di tanah kelahirannya, Bali.

“Tentu beberapa kebijakan JKW ada yg bagus, tapi jangan terlalu jumawa, presiden s***** Soeharto pun mewarisi beberapa kebijakan yg pro rakyat. Namun membebaskan otak terorisme menjelang pemilu adalah hal yg tak bisa saya terima,” tegas Jerinx di postingan akun Instagram-nya, @jrxsid, Minggu (20/1).

Apalagi Jokowi berlasan membebaskan Ba’asyir karena faktor kemanusiaan. Jerinx sangat tidak bisa terima alasan itu. “Demi kemanusiaan? Lalu ratusan nyawa yg hilang di pekarangan rumah saya itu demi apa?” kesal pentolan SID itu.

Begitu pula ketika warga net menyampaikan bahwa usia Ba’asyir sudah tua. Menurut Jerinx, usia tidak bisa membatasi ideologi teroris yang sudah melekat pada jiwa seseorang

“@jrxsid ideologi fasisnya tak mengenal usia, dik,” timpal Jerinx kepada salah satu warga Net yang berkomentar di postingannya itu.

Namun tampaknya ini bukan kali kedua Jerinx dikecewakan Jokowi. Sebelumnya, dia sempat menaruh harapan agar reklamasi Teluk Benoa dihentikan. Namun kenyataannya, hal itu tidak dilakukan.

Padahal 2015, Jerinx mengaku sudah berbicara dengan Jokowi. “Beliau cuma mangut-mangut, minta semua data dikirim ke asistennya. Dan sampai sekarang hasilnya nol besar. Jujur, perihal teluk Benoa saya tak bisa berharap lagi thd JKW, terlebih setelah tau kedekatan @megawati.soekarnoputri dan mentri @susipudjiastuti115 dengan TW.,” tulis Jerinx.

Berikut komentar Jerinx terkait pembebasan Ba’asyir di akun instagram pribadinya:

Tentu beberapa kebijakan JKW ada yg bagus, tapi jangan terlalu jumawa, presiden seiblis Soeharto pun mewarisi beberapa kebijakan yg pro rakyat. Namun membebaskan otak terorisme menjelang pemilu adalah hal yg tak bisa saya terima. Demi kemanusiaan? Lalu ratusan nyawa yg hilang di pekarangan rumah saya itu demi apa?

PS. Len ci jeleme Bali melahang iban ci komen, de sok kasar len sing seken bani kasar di muan cang langsung

@dhoniendriyatma ABB udah berusia 80th

@jrxsid ideologi fasisnya tak mengenal usia, dik

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini