Ayah Trainee Idol K-pop yang Dilecehkan CEO Agensi Buka Suara

JawaPos.com – Ayah salah satu dari 6 trainee idol K-pop pria yang mengalami pelecehan seksual dari CEO agensinya buka suara terkait kasus yang menimpa anaknya. Berperan sebagai perwakilan orang tua dan wali dari para trainee itu, ia mengungkapkan apa yang terjadi dalam sebuah wawancara dengan YTN.

“Kami malu dan itu sesuatu yang ingin kami sembunyikan. Namun alasan kami memberitahukan ini adalah karena kami tidak ingin hal ini terjadi lagi pada mereka yang mengejar mimpi yang sama,” ungkapnya seperti dilansir dari Soompi, Rabu (30/1).

Ia mengatakan, saat situasi tersebut terjadi, sebanyak 10 orang anak laki-laki yang masih menjadi trainee tampil di Jepang selama satu bulan. Setelah menyelesaikan seluruh aktivitasnya, mereka makan malam di sebuah restoran di Tokyo pada 28 September 2018. Di saat itulah, CEO agensi, seorang wanita berusia 53 tahun, dan istri adiknya melakukan tindakan pencabulan terhadap enam orang trainee.

“Pada 14 Oktober 2018, para trainee dan orang tua mereka bertemu dengan manajemen agensi untuk menuntut permintaan maaf atas pelecehan seksual, termasuk koreksi atas pelanggaran kontrak. Namun belum ada respons atau tindakan selama dua minggu,” terangnya.

Sebab tak ada respons, maka pada 2 November 2018 pun pihaknya mengirim dokumen yang menyatakan untuk mengakhiri kontrak anak-anaknya dengan agensi tersebut. Perusahaan baru merespons tiga minggu kemudian dan mengaku tak melakukan kesalahan.

“Lalu pada 28 Januari tahun ini, para trainee tiba-tiba diberitahu tentang pembatalan kontrak eksklusif mereka atas nama CEO. Mereka bilang, ‘Anda telah diberhentikan karena ketidakhadiran dari perusahaan dan menolak memenuhi persyaratan kontrak.’ Itu berarti para trainee akan dikenakan penalti,” terangnya lagi.

Oleh karena itu, pihaknya pun menunggu hasil gugatan dan perintah pengadilan. Apabila terdapat kesalahan yang dilakukan agensi, maka pihaknya tidak perlu membayar penalti tersebut.

“Kami berencana untuk melakukan tuntutan pidana atas pelecehan seksual ini sampai akhir,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, perusahaan agensi yang belum diketahui namanya itu menyatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada mereka tidak benar.

“Ini tidak benar sama sekali. Apa yang diklaim para trainee sama sekali tidak benar. Kebenaran akan terungkap di ruang sidang,” ujar perwakilan perusahaan pada Selasa (29/1).

Perwakilan perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami jika para trainee itu ingin mengakhiri kontrak dengan perusahaan dan mengatakan mengalami pelecehan seksual. Namun, pihaknya mengaku memang tak berniat untuk melanjutkan kontrak mereka.

“Tetapi yang penting adalah bahwa apa yang mereka klaim tidak pernah terjadi. Selain pemutusan kontrak, perusahaan akan memproses gugatan ganti rugi. Kami akan memastikan untuk mengungkapkan kebenaran,” tutupnya.

Seperti diketahui, enam orang trainee idol K-pop pria yang beberapa di antaranya pernah berpartisipasi dalam acara Produce 101 Season 2 melakukan gugatan hukum kepada CEO agensi yang merupakan seorang perempuan dan istri adiknya yang merupakan investor agensi tersebut karena melakukan pelecehan seksual. Empat peserta pelatihan lainnya menjadi saksi adegan itu dan dua di antaranya adalah anak di bawah umur.

Editor           : Deti Mega Purnamasari