6 Trainee Idola K-Pop Pria Dilecehkan CEO Agensi Wanita

JawaPos.com – Sebanyak enam orang trainee idol K-pop laki-laki dikabarkan menerima kekerasan seksual dari CEO dan adik CEO perusahaan agensinya. Mereka mengajukan gugatan hukum dan beberapa di antaranya dikabarkan pernah mengikuti program survival Produce 101 Season 2.

Melansir Koreaboo, keenam orang trainee tersebut dilecehkan oleh CEO perusahaan agensi mereka yang merupakan seorang wanita berusia 53 tahun. Tidak hanya itu, adik sang CEO yang juga merupakan investor di perusahaan tersebut juga melakukannya. Tak heran jika keduanya dituduh telah melanggar Undang-Ungdang tentang Kekerasan dan Kejahatan Seksual.

Kejadian tersebut bermula ketika 10 orang trainee dari agensi tersebut berada di Jepang selama kurang lebih satu bulan untuk mengadakan pertunjukkan mereka. Setelah mereka menyelesaikan kegiatannya, seluruh trainee makan malam bersama-sama di sebuah restoran di Tokyo pada 28 September 2018 lalu. Di lokasi itulah, enam orang dari trainee itu mengalami pelecehan seksual.

Akibatnya, para trainee tersebut mengajukan gugatan hukum kepada CEO dan sang adik karena merasa malu dan terhina dengan apa yang keduanya lakukan. Di antara daftar orang yang mengajukan gugatan, terdapat trainee yang pernah berpartisipasi dalam program survival Produce 101 Season 2 yang mendebutkan grup Wanna One.

“Di restoran, CEO dan adiknya menyentuh, mencabuli, dan melakukan pelecehan seksual beberapa trainee. Kami merasa terhina secara seksual dan pribadi karena hal ini,” ujar seorang trainee yang tak disebutkan namanya.

Kendati trainee yang berpartisipasi di Produce 101 Season 2 itu dikabarkan tidak mengalami pelecehan seksual, akan tetapi dipastikan ada dua orang anak di bawah umur yang menghadiri makan malam dan menyaksikan kejadian itu.

Kuasa hukum para trainee yang mengajukan gugatan itu menyebutkan bahwa akibat hal ini, kliennya harus menerima perawatan dari psikiater. Sebab khawatir ada kerugian sekunder yang mereka terima, maka mereka pun mengirimkan bukti kepada perusahaan dan presidennya serta meminta Pengadilan Distrik Pusat Seoul untuk menangguhkan kontrak mereka.

“CEO dan adik kandungnya menggunakan posisi mereka yang berkuasa untuk memberikan pengaruhnya kepada para trainee dan melakukan yang ingin mereka lakukan kepada para trainee,” ujarnya.

Namun CEO dan adiknya pun membantah tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka pun berjanji akan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

Editor           : Deti Mega Purnamasari