4 Fakta Tentang Giorgino Abraham

JawaPos.com – Aktor tampan Giorgino Abraham atau yang sering dipanggil Gino ternyata memiliki banyak cerita sebelum dirinya menjadi seorang aktor.

Terkenal sebagai aktor yang ramah, berikut beberapa fakta tentang Gino yang dirangkum oleh JawaPos.com. 

1. Penggemar Moge

4 Fakta Tentang Giorgino AbrahamMenamatkan pendidikan SMA di Australia, Giorgino Abraham pilih melanjutkan kuliah di tanah air. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Gino adalah anak muda yang menggemari motor gede, walaupun sudah mempunyai motor gede tersebut sudah sejak lama, namun belakangan pria 24 tahun ini kembali menekuninya kembali.

“Aku banget moge, ngumpul-ngumpul sama temen aja. Aku punya moge, satu Harley Davidson. Aku biasanya tiap minggu ikut acara, ikut komunitas juga di motor besar Indonesia. Aku udah ikut udah setahun, tapi sebelum ikut aku udah punya moge,” ungkap Gino pada JawaPos.com.

2. Kuasai Bahasa Belanda

Selain menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, ternyata Gino juga menguasai bahasa Belanda. Bahasa itu dia kuasai karena sang ayah keturunan Belanda. Selain itu, Gino lahir dan sempat besar di negara kincir angin itu.

“Aku di rumah pakai bahasa Belanda. Iya, aku lahir di Belanda,” kata Gino.

3. SMP dan SMA di Australia, SD di Surabaya

Gino sempat bersekolah di Australia selama Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, setelah lulus SMA, Gino lanjut pindah ke Indonesia.

“Aku SMA di Australia di Melbourne,” ucap Gino.

Namun, menariknya, Gino sempat tinggal di Surabaya. Dia pun merasakan manisnya taman kanak-kanan dan Sekolah Dasar (SD) di Mimi School, Surabaya.

4. Ingin Melanjutkan Kuliah

Gino berniat untuk melanjutkan kuliahnya di jurusan yang sesuai dengan pekerjaannya saat ini, yaitu di dunia akting.

“Aku belum kuliah karena aku belum bisa lakukan sesuatu hal sekaligus dua gitu. Mau kuliah di Indonesia, mau ngambil jurusan pengennya ngambil perfilman. Saya bosen di kantor soalnya. Nggak ada salahnya aku memperdalam ilmu aku,” papar Gino. 

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus