BMW Amerika, Hentikan Penjualan Mobil Diesel

Jerman: BMW mengumumkan rencananya untuk berhenti jualan mobil bermesin diesel, dan fokus pada kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEVs). Hal itu ditegaskan Juru bicara BMW, Alexander Schmuck ketika memberikan keterangannya kepada awak media. 

“Kami akan menempatkan semua model bermesin diesel menjadi PHEV,” kata Schmuck seperti dilaporkan Autoguide.

Amerika Serikat (AS) jadi sasaran utama bagi pabrikan mobil Jerman itu memulai rencana tersebut, untuk tidak lagi memasarkan model dieselnya. 

Meski keputusan akhir belum dibuat, namun varian BMW X5 diesel disebut sebagai salah satu model yang kemungkinan besar bakal tidak tersedia lagi di pasar AS. 

Schmuck mengatakan, keputusan itu bagian dari rencana BMW ke depan dalam mengembangkan BMW X5 xDrive45e plug-in hybrid di 2021. BMW menargetkan SUV plug-in bakal punya daya jangkau sekitar 40 mil (64 km), untuk jangkauan penggunaan tenaga listrik.

Model ini juga akan mendapat revisi mesin, dari mesin 2,0 liter empat silinder ke mesin 3,0 liter inline-six.  Mesin baru ini akan mempermudah BMW untuk mematuhi standar udara bersih SULEV (super ultra-low vehicle) California, AS, karena sertifikasi SULEV mengharuskan kendaraan memiliki emisi 90 persen lebih sedikit dibanding mesin bensin. 

Kedepan, BMW berencana memperkenalkan 25 mobil listrik pada 2025. 12 model diantaranya akan terlahir sebagai mobil listrik murni.

Pasar otomotif di Amerika memang sedang berbenah. Bukan hanya buat mobil-mobil Eropa, namun untuk juga untuk mobil Jepang dan Korea. Setidaknya, ini menjadi cara bagi negara tersebut memaksa pabrikan tersebut untuk memperkaya jenis mobil bertenaga listrik.

(UDA)