2 Mantan Member Girlgrup K-Pop Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

JawaPos.com – Kabar mengejutkan kembali muncul dari dunia hiburan Korea. Dua orang mantan anggota girlgrup yang hadir dalam acara Coin Law Room di saluran KBS JOY mengaku diperlakukan secara tak manusiawi oleh agensinya ketika mereka berada di grup yang sama.

Dalam acara yang tayang pada Rabu (13/3) itu, dua orang mantan anggota girlgrup dari grup yang sama dan telah bubar membuat pengakuan mengejutkan. Salah satu tindakan tak manusiawi yang dilakukan agensinya adalah memberi mereka makan nasi yang didalamnya terdapat lalat setiap hari.

“Jika kami ingin makan nasinya, kami harus mengangkat lalatnya setiap hari. Orang tua kami membayar mahal untuk makanan, tapi listrik dan air kami diputus. Kami harus ke salon untuk keramas,” ujar salah satu mantan member grup itu seperti dilansir dari Soompi, Kamis (14/3).

Mantan member lainnya mengatakan, ketika mereka sedang dalam perjalanan ke suatu acara di Busan, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Akibatnya, orang-orang yang ada di dalam mobil cedera.

“Leher kami terbentur sebanyak tiga kali. Kami mengatakan rasa sakit tentang itu, tapi kami tetap tiba di lokasi acara dengan kecepatan yang tinggi. Keesokan harinya, kami menyelesaikan acara di  Seoul. Mereka tidak membawa kami ke rumah sakit,” katanya.

Akhirnya, katanya, mereka pun harus pergi ke rumah sakit sendiri akibat insiden itu.

Moon Se Yoon, salah satu pemandu acara bertanya, jika mereka merilis album dan melakukan promosi, kemungkinan besar situasi yang sama terjadi lagi. Hal tersebut dibenarkan oleh mereka, bahkan saat ini para idol muda pun masih dipromosikan di mantan agensinya itu.

“Mereka menggunakan mimpi debut menjadi idol untuk memuaskannya saja,” tambah Moon Se Yoon.

“Itu penyalahgunaaan. Penyalahgunaan,” ujar pengacara Shin Joon Kwon yang juga hadir di acara tersebut.

“Ketika kami berpromosi selama 3 tahun sebagai girlgrup, manajer kami, belanja makanan, dan transportasi tidak disediakan oleh perusahaan. Kami bahkan tidak punya kantor. Kami akan menggunakan coffee shop atau restoran cepat saji sebagai kantor,” katanya.

Tidak hanya itu, mereka juga mengaku tampil di klub yang penuh dengan asap rokok. Ketika mereka bertemu orang dan ditanya, mereka harus mengalami sentuhan di bokong dan paha mereka dipukul.

“Saat member di toilet, mereka akan menyimpan nomornya untuk mencaritahu nomor member. Mereka juga akan mencoba mencium kami ketika gambar siap diambil,” katanya.

Kedua mantan member girlgrup itu kemudian mengatakan bahwa CEO agensinya merespons apa yang terjadi pada mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus melakukannya karena mereka imut dan seperti anak perempuan bagi mereka.

“Selama 3 tahun, kami melakukan sebanyak 500 event. Ketika kami bertanya kepada girlgrup yang lain, mereka mengatakan, gaji yang didapar dari event yang mereka hadiri berkisar di antara 5 juta Won (sekitar USD 4.400).  Setelah kami pergi, CEO kami bahkan mengubah mobilnya,” pungkasnya.

Editor           : Deti Mega Purnamasari